Gambar

Gambar

Minggu, 20 Mei 2012

RPP TEMATIK KELAS 1


Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Pada
Mata Kuliah “Pendidikan Bhs.Indonesia kelas rendah di SD
Dosen mata kuliah: Dra. Hj. RukayaH ,M.Pd


RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN

OLEH :
ANDI TAUFIQ AKBAR
104 704 471
Kelas: 20 C


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2012


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan     : Sekolah Dasar
Mata Pelajaran            : Tematik Bahasa Indonesia, PKn, dan Matematika.
Tema                           : Kesenian
Kelas/Semester           : III/II
Alokasi Waktu            : 2 x 35 menit

I.       Standar Kompetensi :
Bahasa Indonesia   : 7. Memahami teks dengan membaca intensif (150-200 kata) dan membaca puisi.
PKn                        : 4. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
Matematika            : 5. Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah.

II.      Kompetensi Dasar    :
Bahasa Indonesia   : 7.1. Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks 13agak panjang (150-200 kata) yang dibaca secara intensif.
PKn                        : 4.1. Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan.
Matematika            : 5.1.  Menghitung keliling persegi dan persegi panjang.

III.    Indikator          :
            Bahasa Indonesia     : Menjawab pertanyaan sesuai dengan isi teks.
          PKn                          : Menyebutkan salah satu keunikan yang dimiliki bangsa Indonesia.
            Matematika              : Menghitung keliling bangun datar dengan menjumlahkan semua sisinya.
IV.    Tujuan Pembelajaran:
          Bhs. Indonesia  : Melalui Penugasan, siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan isi teks.
          PKn                   : Melalui Tanya jawab, siswa dapat menyebutkan salah satu keunikan bangsa Indonesia.
          Matematika       : Melalui Demonstrasi, siswa dapat menghitung keliling bangun datar.

V.      Materi Ajar
·           Membaca Teks yang terdiri dari 150-200 kata.
·           Keunikan yang dimiliki bangsa Indonesia
·           keliling bangun datar

VI.    Model dan Metode Pembelajaran
          1.    Model Pembelajaran
·      Cooperative Integrated Reading and Composition.
          2.    Metode Pembelajaran
·      Diskusi
·      Ceramah
·      Pemberian tugas
·      Tanya jawab
·      Demonstrasi
VII.   Sumber/Media Pembelajaran
·           Buku Bahasa Indonesia halaman 84-86. Penerbit Departemen Pendidikan Nasional.
·           Teks bacaan “Hebatnya Sang Dalang Melestarikan Budaya Dan Mengharumkan Nama Bangsa”.
·           Buku elektronik matematika halaman 174. Penerbit Departemen Pendidikan Nasional.
·           Buku elektronik PKn halaman 77. Penerbit Departemen Pendidikan Nasional.

VIII. Proses Belajar Mengajar
A.    KEGIATAN AWAL
Kegiatan
Waktu
1.   Mengucapkan salam
2.   Membaca doa
3.   Mengabsen
4.   Menanyakan kesiapan siswa
5.   Apersepsi
6.   Menyampaikan tujuan pembelajaran


10    Menit

B.     KEGIATAN INTI
Kegiatan
Waktu

F Siswa mendengarkan  arahan untuk membaca teks dan memberikan penjelasan tentang isi teks.
F Siswa membaca teks yang berjudul “Hebatnya Sang Dalang Melestarikan Budaya Dan Mengharumkan Nama Bangsa” secara intensif.
F Siswa menjawab pertanyaan yang sesuai dengan isi teks.
F Siswa  menyebutkan salah satu kekhasan bangsa Indonesia.
F Guru menjelaskan cara menghitung bangun datar.
F Siswa menghitung keliling bangun datar.
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.
F  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.











50   menit


C.    KEGIATAN AKHIR
Kegiatan
Waktu
Dalam kegiatan penutup :
F Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
F Guru memberikan PR.
F Guru memberikan pesan-pesan moral
F Siswa dan guru berdoa bersama
F Salam penutup



10  Menit

IX.    Penilaian
          1.    Teknik Penilaian:
·      Tes
·      Non-tes
          2.    Bentuk Instrumen :
·      Tes Uraian (Essay)
          3.    Instrumen : Terlampir
          4.    Kunci Jawaban : Terlampir
          5.    Pedoman Penskoran: Terlampir

Daftar Pustaka    :
Warsidi, Edi dan Farika.2008.Bahasa Indonesia.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Darmawati,Uti dkk.2010. Bahasa Indonesia 3.Jakarta:Intan Pariwara.
Slamet dkk.2010.Pendidikan Kewarganegaraan.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Fajariyah,Nur dan Defi Triratnawati.2010.Cerdas Berhitung Matematika.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.


                                                                                    Watampone,     Maret 2012
Mengetahui,
Dosen Pembina                                                                  Mahasiswa


Dra. Hj. Rukayah,M.Pd                                                    ANDI TAUFIQ AKBAR
NIP. 19640201 198803 1 002                                          NIM. 104704471


LAMPIRAN
HEBATNYA SANG DALANG MELESTARIKAN BUDAYA DAN MENGHARUMKAN NAMA BANGSA

Di atas panggung, layar putih terbentang diterangi sinar lampu minyak. Wayang-wayang yang terbuat dari kulit berjejer. Ada juga seperangkat gamelan beserta penabuhnya. Sang sinden pun telah siap. Namun, mengapa pertunjukan wayang kulit belum dimulai, ya? Coba tebak, apa yang masih kurang? Benar! Belum ada orang yang menggerakkan wayang-wayang tersebut. Dialah sang dalang.

Menjadi Dalang Itu Tidak Sembarangan
Kalau kamu pernah menonton pertunjukan wayang, tentu kamu akan dapat melihat kehebatan seorang dalang. Bayangkan, kedua tangannya yang memegang wayang bergerak ke sana kemari. Mulutnya terus bersuara memerankan tokoh-tokoh yang berbeda. la pun sesekali melantunkan lagu pengantar cerita wayang. Pada saat bagian yang lucu, dalang juga bisa melawak! Paling tidak, dalang bisa memancing tawa penonton. Wah, tentu pertunjukannya menjadi segar, ya. Hmm, sulit ya menjadi seorang dalang? Lalu, bagaimana kalau harus mendalang selama 24 jam nonstop? Ada dalang yang pernah melakukannya. Dia adalah Pak Manteb Soedharsono. Dia pernah mendalang selama 24 jam tanpa berhenti di Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang. Prestasinya dicatat di Museum Rekor Indonesia (Muri).

Wayang adalah Warisan Dunia
Berkat profesinya sebagai dalang, Pak Manteb sudah melanglang buana ke negeri orang. Spanyol, Jerman, Swiss, Amerika Serikat, Suriname, Perancis, Austria, Belgia, Hongaria, dan Jepang sudah pernah dikunjunginya. Menurut Pak Manteb, tanggapan bangsa lain pada budaya wayang sangat membanggakan! Begitu terkenalnya wayang di mancanegara sehingga Badan PBB UNESCO memberikan penghargaan untuk kesenian wayang Indonesia, sebagai salah satu warisan budaya dunia. Banyak orang dari mancanegara yang secara khusus mempelajari seni pewayangan. Mereka mempelajari tokoh-tokoh wayang, belajar bermain karawitan, ada juga yang belajar mendalang.
Oleh karena itu, ayo kita beri acungan jempol untuk dalang-dalang kita. Mereka adalah orang yang berjasa melestarikan kebudayaan tradisional Indonesia, bahkan mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Adakah di antara kamu yang mau mengikuti jejak Pak Manteb?

A.  Instrumen
     Jawablah pertanyaan yang sesuai dengan teks di atas!
1.       Siapakah nama dalang yang terdapat dalam cerita?
2.       Di Negara manakah  yang pernah dikunjungi oleh dalang?
3.       bagaimanakah tanggapanmu mengenai teks yang telah dibaca?

B.   Kunci Jawaban
1.      Pak Manteb.
2.      Spanyol, Jerman, Swiss, Amerika Serikat, Suriname, Perancis, Austria, Belgia, Hongaria, dan Jepang.
3.      (Jawaban bervariasi)
Seorang dalang yang hebat, karena memperkenalkan kesenian tradisional Indonesia ke Negara lain. Dengan begitu sang dalang telah melestarikan kebudayaan Indonesia dan mengharumkan nama bangsa.

C.   Pedoman Penskoran
1.      Jika jawaban benar, nilai 20
Jika jawaban salah, nilai 10
2.      Jika jawaban benar, nilai 30
Jika jawaban salah, nilai 10
3.      Jika jawaban benar, nilai 50
Jika jawaban salah, nilai 10



NB : Masih banyak keslahan2 dalam penyusunan RPP ini
        Hanya untuk bahan pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar